Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, March 19, 2013

5 Cerita Malaysia Hormati Presiden Soeharto


1. Ada Kampung Soeharto di Malaysia
Rupanya, di Selangor, Malaysia, terdapat sebuah kampung yang bernama Felda Soeharto atau kampung Soeharto. Luas kampung tersebut sekitar 2.909,35 hektar. Selain itu, disana juga ada sebuah klinik kesehatan bernama Soeharto.
Kampung ini diberi nama Soeharto untuk menghormati Presiden kedua Republik Indonesia tersebut. Pada tahun 1977, Soeharto dan Ibu Tien mengunjungi Felda Sungai Dusun. Sebagai penghormatan, nama kampung ini pun diubah menjadi Felda Soeharto.
2. Seorang yang Benar-benar, Sungguh-sungguh
Pada pertemuan yang berlangsung tahun 1970, Tunku Abdul Rahman selaku Perdana Menteri Malaysia sempat berdialog dengan Presiden Soeharto mengenai Selat Malaka. Namun, secara tiba-tiba, Tunku Abdul Rahman melontarkan sebuah pernyataan berupa pujian yang ditujukan untuk Soeharto. ” Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh. ” puji Tunku Abdul Rahman
Kala itu, Tunku Abdul Rahman memuji Soeharto karena komitmennya mewujudkan perdamaian antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, Soeharto berperan besar untuk mengembangkan hubungan baik antara Indonesia dengan Malaysia.
3. Menghormati Pak Harto Sebagai Pemimpin ASEAN
Sama halnya seperti Tunku Abdul Rahman, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad juga ikut memuji sosok Soeharto. Menurut Mahatir, Soeharto sangat disegani para pemimpin di kawasan ASEAN. Itulah sebabnya, Indonesia menjadi pemegang peranan penting di Asia Tenggara.
” Di ASEAN, Pak Harto memainkan peranan yang sangat penting. Para pemimpin negara ASEAN mendudukkan Pak Harto sebagai orang tua. Kejatuhan Pak Harto merupakan kerugian yang besar di Asia Tenggara karena beliau sangat dihormati oleh para pemimpin Asean lainnya. ” kenang Mahatir dalam buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama
4. Indonesia Lebih Jaya dari Malaysia
Saat Soeharto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohammad tak pernah meremehkan Indonesia. Ia membenarkan bahwa infrastruktur di Malaysia lebih maju dibandingkan Indonesia. Akan tetapi, hal itu dikarenakan wilayah Malaysia lebih kecil.
” Kita tidak boleh membandingkan Indonesia dengan Malaysia. Indonesia adalah negara yang luas dengan banyak pulau, jumlah penduduk yang besar dengan suku-suku yang dimiliki. Sedangkan Malaysia adalah negara kecil sehingga lebih mudah kami mengurus sesuatu. Jadi kejayaan Pak Harto lebih besar dibandingkan kejayaan di Malaysia. ” kenang Mahatir dalam buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama
5. Indonesia dan Malaysia Satu Bangsa
Menurut Mahatir Mohamad selaku mantan Perdana Menteri Malaysia, Indonesia adalah satu bangsa. Begitu juga Soeharto yang menganggap Indonesia dan Malaysia bersaudara.
” Pak Harto menganggap Malaysia sebagai bangsa yang serumpun, begitu pula saya menempatkan Indonesia sebagai bangsa serumpun. Hanya karena sejarah yang membuat Indonesia dan Malaysia terpisahkan, namun sesungguhnya kedua bangsa berasal dari satu bangsa. ” kenang Mahatir dalam buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama

Sunday, March 17, 2013

Hasil Kongres Luar Biasa PSSI 2013

1. La Nyalla Matalitti diangkat jd
Wakil Ketua Umum PSSI. Ketum tetap Djohar Arifin Husin


2. Mulai hari ini, KPSI resmi dibubarkan

3. FIFA setujui diadakannya Kongres
Biasa setelah KLB ini. Waktu dan
pelaksanaannya diserahkan kepada
Komite Eksekutif PSSI.

4. Penyatuan liga akan dimulai
pada tahun 2014, sementara pada
tahun 2013 ini, Indonesian Super
League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) masih akan
berjalan sendiri-sendiri.

5. Peserta kasta teratas liga profesional pada tahun 2014 berasal dari 18 klub ISL dan 4 klub
IPL.

6. Pada tahun 2014 dan 2015 akan
diberlakukan sistem dua promosi-empat degradasi, sehingga pada tahun 2016 hanya akan ada 18 klub
peserta kasta teratas liga profesional. Mulai tahun 2016 dan seterusnya, akan diberlakukan sistem tiga promosi-tiga degradasi.

7. Nama liga tetap Indonesian Super League (ISL).

8. Pengelola liga tetap PT. Liga
Indonesia.

9. Liga Super dan Divisi Utama
adalah liga profesional, sementara
divisi di bawahnya adalah liga amatir.

10. Revisi statuta PSSI mengenai
perubahan struktur kepengurusan.
Komite Eksekutif yang tadinya terdiri dari 11 orang (1 ketua, 1 wakil, dan 9 anggota), menggemuk menjadi 15 orang (1 ketua, dua wakil, dan 12 anggota).

11. Empat nama baru yang diusulkan
oleh mayoritas peserta kongres untuk jadi anggota baru Komite
Eksekutif adalah Zulfadli, Hardi Hasan, La Syia, dan Djamal Aziz.

12. Keenam Exco-PSSI yg melakukan aksi walkout siang tadi, diusulkan oleh peserta kongres untuk diberi sanksi/skors, karena diangganp tidak menghormati jalannya kongres. Dan ini telah disetujui oleh Djohar Arifin Husin.

Zaman Soekarno dan Soeharto, Malaysia tak berani sebut 'indon'


Orang Malaysia kerap menyebut Indonesia dengan sebutan 'indon'. Kata-kata ini terasa sebagai pelecehan. Dalam salah satu bahasa, indon bisa diartikan sebagai pelacur. Sebutan indon pun dianggap identik dengan TKI dan pembantu. Jika orang Indonesia marah, orang Malaysia mengeles. Mereka mengatakan sebutan Indon hanya merupakan singkatan. Indonesia dinilai terlalu panjang, sehingga disingkat Indon. Dulu mana berani negeri jiran itu lecehkan Indonesia dengan sebutan indon. Masih jelas teriakan Presiden Soekarno mengobarkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) untuk berperang di perbatasan Sabah dan Serawak tahun 1963. Sejak itulah semboyan 'ganyang Malaysia' menjadi populer.


"Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu djuga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang adjar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan, kita hadjar tjetjunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat djangan sampai tanah dan udara kita diindjak-indjak oleh Malaysian keparat itu..." teriak Soekarno.

Zaman Presiden Soeharto, Indonesia juga dihormati oleh Malaysia. Bahkan di ASEAN, Indonesia dikenal sebagai 'The Big Brother' atau kakak tertua yang dihormati. Hubungan Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Tun Mahatir bin Mohamad juga baik. Mahatir sangat menghormati Presiden Soeharto.

"Pak Harto adalah seorang presiden dari sebuah negara yang besar, tetapi dirinya tidak pernah lupa bahwa antara dua buah negara adalah serumpun bangsa sehingga tidak ingin bermusuhan. Saya merasa terhormat dapat diterima Pak Harto sebagai sahabat," kenang Mahatir dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' terbitan Gramedia Pustaka Utama.

"Kita tidak boleh membandingkan Indonesia dengan Malaysia. Indonesia adalah negara yang luas dengan banyak pulau, jumlah penduduk yang besar dengan suku-suku yang dimiliki. Sedangkan Malaysia adalah negara kecil sehingga kami lebih mudah mengurus sesuatu. Jadi kejayaan Pak Harto lebih besar dibandingkan kejayaan di Malaysia," kata Mahatir tulus.

Sekarang, masihkan pemimpin Malaysia memuji para pemimpin di Indonesia? 

merdeka